 | Tujuan Blog Ini | Jan 27, 2009 |
Untuk meletakkan link ke Prodigy dan Thread belajar analisa forex milik Kang Gun. Prodigy adalah sekolah alternatif bagi siapa saja dengan usia minimal 3 tahun tanpa batasan usia maksimal, yang butuh belajar untuk suka belajar. Prodigy dirancang khusus untuk mengembangkan potensi anak secara maksimal. Diharapkan sekitar usia 17 tahun, anak-anak kita sudah punya perusahaan sendiri. Sedang bagi yang sudah besar diharapkan dapat mempunyai pola pikir entrepreneur atau pengusaha. Jika anak anda mengalami kesulitan belajar, silahkan dikonsultasikan langsung ke Prodigy. Tanya jawab di sini juga dilayani. Insya Allah kalau bisa. Lembaga Optimasi Belajar Prodigy saat ini beralamat di: Jl. Karinding no 10. Bandung
  | Tulisan Saya | Nov 7, 2011 |
Dr Leo Rebello & Jagannath Chatterjee, pada Desember tahun 200, menulis sebuah artikel yang dipublikasikan di Jurnal Medis "Homoeo a' fair" tentang vaksin. Judul artikel mereka, Vaccines: Untested, Unsafe and Unnecessary atau Vaksin: Tidak... more
  | Guestbook | |
 | kang, gmana ya caranya mengakomodir kebutuhan anak buat bermain tapi di lingkungan rumah gak ada anak sebaya, kalo main nya cm game komputer apa bisa menuhin kebutuhan anak buat main ..nuhun |
 | Wa'alaikum salam Kang. Iya udah lama nih gak aktif. Semoga ada pengalaman berharga yang bisa dibagikan di blog. :D |
 | assalamualaikum kang sandi... hehue mampir aja nih kang, tos lami teu ameng ka mp :D |
 | foto temennya teh. Kalau sempat akan saya mintakan diagnosis dari KD. Tapi kalau temen teteh sempat, silahkan datang waktu KD praktek. |
 | foto siapa kang temen saya atau yg mana? woh.. harus ke KD yah? |
 | Teh xhurairahx, belum tentu tapi mungkin juga begitu. Coba kirimkan fotonya ke email saya di s_nugroho@yahoo.com. Kalau sempat nanti saya tanyakan ke yang bisa diagnosis, biasanya sih KD. |
 | kg ada temen saya, lagi suka sama orang setiap kepikiran ada perasaan yg begitu dalam sampai2 kalo terus dipikirin dianya ga bisa bangun, ga ada tenaganya. kira2 dia kenapa ya? atau sedang di guna2? nuhun kg |
 | sebelumnya saya mau sampaikan selamat menempuh hidup berumah tangga, hidup yang lebih berat sekaligus indah dari sebelumnya, hidup yang baru lah pokonamah., semoga bisa mewujudkan sakinah, mawaddah, warahmah.. amin. Makasih Kang virward, amin. :D tapi kalau sakaunya lagi datang dan uring2an ibunya nyerah (kasih nenen) kalau gada saya. Apakah harus dengan larangan keras atau gimana kang ? Nah, ini dia masalahnya kang. Dia tahu betul kalau orang tuanya BAKAL menyerah setelah sekian menit uring2an. Solusinya gimana? Tenang saja, santai saja, nggak perlu marah/melarang keras, dan yang penting, JANGAN MENYERAH pada uring2annya. Cukup jelaskan singkat bahwa dia gak boleh nenen lagi, maks dijelaskan 2-3 kali saja. Lalu cuek saja selama dia uring2an minta nenen. Biarkan sampai dia betul-betul capek, lalu jelaskan singkat lagi sekali saja. Jika dia mengganti metode memaksanya dengan nangis dan teriak2 misalnya, hadapi dengan cara yang sama. Lakukan metode itu lagi saat dia kambuh. Begitu seterusnya sampai betul-betul tidak pernah kambuh lagi. Oya, kalau kirim data video mendingan via pos aja kang ke alamat Prodigy, rekam di CD. Kalau via email, koneksi inet saya lebih sering EDGE daripada HSDPA. |
 | Assalam. SAMPRAZAAN kang.. sebelumnya saya mau sampaikan selamat menempuh hidup berumah tangga, hidup yang lebih berat sekaligus indah dari sebelumnya, hidup yang baru lah pokonamah., semoga bisa mewujudkan sakinah, mawaddah, warahmah.. amin.
Kang saya mau tanya tentang anak saya yang sekarang sudah 3 tahun tapi dia masih belum bisa melepas kebiasaan 'nenen' nya meskipun cuma iseng sebentar dan hanya main2 aja. karena dari mulai menjelang usia 2 tahun saat dikenalkan susu formula selama 4 bulan anak saya sakit batuk pilek yang agak sering padahal sebelumnya hampir bisa dikatakan tidak pernah terserang. Jadi saya hentikan konsumsi susu F nya.
Dalam waktu 2 minggu setelah itu kondisi tubuhnya kembali pulih seperti semula,, badannya bandel lagi sulit terserang penyakit sampai sekarang,, alhamdulillah. Tapi yaitu, efek lainnya anak saya jadi susah lupain 'nenen' nya, meskipun puting ibunya sudah pake pemahit atau pedas tetep dia hajar. saya sih sampai sekarang selalu kasih pengertian dan penjelasan kedia sebisa mungkin agar dia nangkep bahwa dia sudah cukup nenennya dan sudah harus berenti, dia sendiri sudah faham karena bicaranya sudah jelas(capetang) dia sering mengulang sperti menghafal kata2 saya saat melarang dia nagih nenennya, tapi kalau sakaunya lagi datang dan uring2an ibunya nyerah (kasih nenen) kalau gada saya. Apakah harus dengan larangan keras atau gimana kang ? apakah akan ada efek yang negatif bila sudah lebih 2 tahun masih konsumsi ASI..? pasti ada yah.. jadi gimana kang apa yang kurang dari upaya saya dan istri ?
Oh ya mengenai prodigy, saya mau kirim data dan rekaman anak saya ke akang via email aja ? alamatnya...
NUHUN. |
 | kalo makan/lapar itu khan efek dari melalaikan khan relatif cepet (ndak sampai sehari) tapi bagaimana kalau sholat & belajar ? bagaimana tehnik pendekatan ke anaknya ?  Bantu dia cepat-cepat menguasai game-nya di level hard mode. Semua pemain game akan BELAJAR memainkan game pilihannya lalu naik ke level yang lebih sulit. Kita tinggal jadikan proses belajar ini mendarah daging dengan membuat dia bertahan memainkan satu game sampai tuntas terkuasai hingga level hard mode, kalau perlu bantu dia belajar menggunakan cheat code.
Kalau anak dibiarkan saja main game tanpa didampingi, dan dibiarkan saja setiap kali dia menyerah karena dibilang gamenya terlalu sulit, maka dia hanya akan belajar gampang menyerah lalu kabur di masa depan hidupnya.
Bagaimana caranya orang tua bisa membantu anaknya menguasai game? Ya tunjukkan caranya menguasai game tersebut dengan mencontohkan caranya sambil bareng bermain gamenya, bukan hanya dengan menyuruh-nyuruhnya "ayo serang" atau "mundur" saja.
Jika anak sudah bisa menguasai gamenya, dia PASTI akan merasa bosan terhadap game itu, juga game-game yang SERUPA dengan game itu di masa depan. Meskipun game-game baru bermunculan setiap tahunnya, tapi tipe permainannya pasti gitu lagi-gitu lagi, dan dia akan cepat merasa bosan dengan game-game baru tersebut karena mudahnya dia menguasai game itu.
Nantinya KEBIASAAN ini yang akan dia bawa saat mempelajari hal-hal lainnya. Saat dia belajar agama misalnya, dia akan berusaha untuk cepat memahami dan menguasai bidang itu sampai tingkat tinggi dengan SERIUS, seserius dia berusaha menguasai permainan sebuah game.
Jadi orang tua yang harus memasuki dunia anak ya? Betul, bukan sebaliknya.
Jadi orang tua harus bisa memainkan game-game PS ya? Betul.
Supaya orang tua bisa mencontohkan BELAJAR ya? Iya, betul.
|
 | oh gitu, tapi mainan nya main kaya apa kang buat ngelatih nalar kalo udah gede gitu.. apa baca buku ato nonton film bisa ngelatih nalar ... ??? thx sebelumnya...
|
 | nuhun kang kalo makan/lapar itu khan efek dari melalaikan khan relatif cepet (ndak sampai sehari) tapi bagaimana kalau sholat & belajar ? bagaimana tehnik pendekatan ke anaknya ? |
 | Kang Is, kebutuhan seseorang bermain itu pasti ada batasnya, dan tugas pendidiknya adalah mendukungnya bermain dan mengantarnya mengenali batas-batasnya. Shalatnya gimana? Makanya hasrat bermain itu datang jauh sebelum kewajiban shalat jatuh. Tujuannya supaya pendidiknya dapat memanfaatkan waktu sekitar 10 tahun sampai anak mencapai akil baligh. Masa menuju akil baligh itu adalah masa di mana anak tidak berdosa jika tidak shalat. Jadi jangan dipaksa atau disuruh shalat. Teladankan bahwa orang tuanya sangat menyukai dan menikmati momen-momen shalat. Kalau ortunya belum bisa enjoy pas lagi shalat? Ya belajar. Kan shalat itu diperintahkan untuk didirikan (aqimi) bukan sekedar dilakukan, berarti ada yang lebih dari cuma melakukan shalat. Di mana lebihnya? Di kemampuan menikmati perasaan sedang connect ke Allah, kan shalat itu menghadap ke Allah. Nah, menyuruh bahkan memaksa anak shalat menyebabkan anak tidak akan bisa menikmati shalat, lha wong terpaksa. Padahal di qur'an ditegaskan "Laa ikra hafiddiin" Tidak ada paksaan dalam agama (jalan hidup). Jadi jangan pernah memaksa shalat, tapi teladankan shalat. Lalu apa yang sebenarnya butuh waktu lama sampai hampir 10 tahun dalam mendidik anak sebelum akil baligh? Rukun islam pertamalah yang butuh waktu lama, di mana anak dididik siapa tuhannya. Pembahasan tentang mendidik anak akan siapa tuhannya ada di http://sandinugroho.multiply.com/journal/item/33/Mengapa_Prodigy_Berdiri. Di masa ini anak akan mencoba membuat aturan sendiri, berbuat semaunya dan seenaknya, lalu kita antarkan dia pada batas-batas yang telah ditetapkan Allah sehingga dia tidak bisa semaunya. Contohnya kang? Misalkan kasus bermain PS seharian. Perhatikan bahwa intonasi sang Ibu selalu ramah, tidak pernah bernada tinggi. Ibu: Ade, Ade kan Ibu temani main PS seharian ini, tapi kok Ibu belum lihat Ade makan ya? Ade sudah makan apa belum? Ade: Nanti aja Bu, Ade masih asyik main nih. Ibu: Ade, hati-hati, kalau nggak makan waktu badan Ade butuh makanan, badan Ade bisa sakit. Ade: .... (tetap cuek bermain) Ibu: .... (maklum bahwa sekarang saatnya mengantar Ade ketemu resiko dari lapar, ditunggunya sampai misalkan beberapa jam berikutnya si Ade muntah) Ade: Buu... Ibu: Ya? ... Lho!? Ade kenapa muntah? Ade: Nggak tahu Bu (dengan lirih) Ibu: Tuuh..kan tadi sudah Ibu ingatkan untuk hati-hati. Begini ini rasanya lapar, sampai muncul gas di lambung Ade yang bikin Ade jadi muntah. Abis muntah Ade jadi lemes ya? Ade: Iya Bu. Ibu: Ade, Ade sudah melanggar aturan yang Allah tetapkan ke badan Ade, akibatnya Ade jadi sakit. Padahal Ade tinggal ikut aja aturan Allah, waktunya badan harus dikasih makan, ya makan aja dulu, main PSnya bisa nanti, nggak susah kan? (Sambil merawat si Ade) (Demikian kurang lebih contoh prakteknya menghadapi anak yang maunya main PS terus, harap diperhatikan bahwa anak belum tentu langsung paham dengan sekali mengalami hal seperti di atas. Bisa jadi dia butuh mengalaminya beberapa kali sebelum benar-benar paham) |
 | kang, apakah kebutuhan anak/seseorang bermain itu ada batasnya ? atau perlu dibatasi ? bagaimana kalau anak bermain (PS) hampir2 melupakan semua hal sehingga melupakan sholat, belajar dll nya ? jadi ingat ada orang sampai meninggal karena bermain game online |
 | Kang Bagus, daya nalar itu bisa dilatih. Setiap anak sudah berusaha melatih daya nalarnya secara insting lewat bermain. Nah, daya nalar itu akan tumbuh jika dosis dan keragaman bermainnya tercukupi. Orang tua yang membatasi waktu anak bermain sedemikian jauh dari dosis kecukupannya untuk diganti dengan kegiatan menghapalkan jawaban ulangan dan ujian (katanya sih belajar), kemungkinan besar akan mendapati anaknya akan minim daya nalarnya.
Kalau sudah usia SMA bagaimana memperbaikinya? Beri dia dukungan penuh untuk bermain, sesering dan sebanyak yang dia mau. Dengan cara ini kita bisa berusaha melatih kembali daya nalarnya, walaupun tidak secepat dan sebagus jika dilatih sejak masih kecil. Sekolahnya gimana? Abaikan saja, kan pola sekolah umum juga yang mencetak dia jadi robot begitu.
Makanya Allah tidak sia-sia memberikan hasrat bermain pada setiap anak, orang tua yang tidak paham itu yang tidak mensyukurinya. |
 | kang pengen nanya .. apa penalaran bisa d latih.. ? saya koq bingung ya kang.. d rumah itu ada ponakan perempuan tapi kayanya dia kalo ngerjain apa2 koq kaya robot..gak tau apa dan untuk apa ngerjain sesuatu .. dia kelas dua SMA pelajaran d sekolah nilainya juga gak jelek2 amat tapi kalo soal memahami sesuatu koq kalah sama dhira nalarnya, contoh.. dia ternyata gak sadar kalo sekolah itu testnya rutin per semester dan tengah semester ( konsep semester aza dia kebingungan ), baru bisa ngerjain sesuatu kalo d ingetin terus ato d suruh dan itu pun harus d kasih tau step by step nya, trus kalo d kasih contoh dia bener2 jiplak, contoh lagi ..saya ngajarin masak sayur sop, dia bener2 ngikutin apa yg saya lakukan persis tapi sekali waktu saya sodorin bahan sayur lodeh koq bisa2nya tanpa nanya d bikin kaya sayur sop juga .. bingung saya.. ini saya yg salah ato gmana ya.. |
 | Kang nugiqthink, mengobati auto imun itu dengan Penormal DNA di tulang belakang di pinggang, selama 15 menit sehari dan setiap kali kambuh. Pasien dan terapis harus bisa bersabar karena mengobati kerusakan DNA butuh waktu cukup lama hingga kesembuhan. |
 | Kang Bagus & Teh Nurri, makasih doanya. Silahkan main ke Prodigy kalau sempat, kami tunggu. |
 | assalammualaikum.. duh kang akhirnya ketemu juga blognya.. insya alloh info n ilmunya bisa manfaat buat qta yg jauh dr prodigy.. ih kangen pengen main ke prodigy..^_^ btw, selamat buat pernikahan nya.. semoga bisa jadi keluarga SaMaRa.. #BagusNurriDhiraAbhi# |
 |